(021) 86611426
info@alhadiriyah.sch.id
Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
blog-img
05/06/2020

Tren Pembelajaran di Era New Normal 2020

Subhan Salim | Informasi

Oleh: Asep Fajar Irawan, S.Pd ( Guru bahasa Inggris SMP Al-Hadiriyah)

New Normal, yang dalam terjemahan bahasa Indonesianya yaitu Kenormalan Baru, adalah fase dimulainya kehidupan yang baru setelah adanya suatu fenomena seperti wabah, perang, atau musibah besar lainnya. Sebagaimana yang kita ketahui dan alami bersama, tahun 2020 adalah tahun di mana virus Corona mewabah di seluruh dunia, menyebabkan hampir semua lini kehidupan terkena dampak, tak terkecuali sektor pendidikan.

    Saat wabah ini terjadi, sekolah menjadi salah satu lini yang berubah drastis proses belajar mengajarnya. Bukan libur panjang atau berhenti proses belajarnya, tetapi sekolah mengganti cara belajar yang biasanya di kelas bertatap muka dengan guru, menjadi pembelajaran jarak jauh dimana siswa dan guru tidak lagi bertemu secara riil. Peran guru, yang selain mengajar materi sekolah dan mendidik siswa, dibantu oleh para orang tua. Tren mengajar daring (online) pun mulai mewabah.

    Berbagai macam cara pembelajaran jarak jauh digunakan oleh para guru. Mulai dari applikasi Whatsapp, Zoom, Google Classroom, Youtube, dan sebagainya. Tetapi dari metode-metode yang dipakai, semua berbasis daring atau online.

   Metode belajar jarak jauh seperti ini bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan. Jauh sebelum wabah Corona menyerang banyak sekolah-sekolah yang sudah menerapkan metode belajar online. Sekolah rumah (homeschooling) adalah sekolah yang sudah menerapkan metode ini sejak lama. Kalau dulu kebanyakan hanya siswa dan guru di homeschooling yang menggunakan pembelajaran jarak jauh; maka saat ini semua siswa dan guru baik homeschooling maupun sekolah umum melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan metode yang sama, yaitu pelajaran jarak jauh menggunakan media daring (online)

    Cara ini sudah menjadi tren yang seragam. Artinya semua siswa dan guru sudah dihadapkan oleh kegiatan yang umum, bukan milik sebagian kecil orang. Karena itu, setelah masa pandemi ini berakhir maka aktivitas pembelajaran ini tidak otomatis berhenti, bahkan akan semakin berkembang.

    Bukan hal yang mustahil beberapa tahun ke depan akan ada sekolah berbasis online dimana sekolah tersebut tidak butuh gedung dan sarana prasarana yang bermodal banyak juga siswa-siswinya tidak perlu datang belajar ke sekolah. Biaya sekolah yang lebih murah karena tidak mengekuarkan ongkos jajan tiap hari .Waktu belajar yang lebih efektif, siswa mudah pada mempelajari materi dengan berbagai cara belajar dari video-video atau artikel bebas. Sehingga homeschooling bukan lagi hal yang seolah tabu atau unik tapi malahan mainstream. Ambil contoh Ruang Guru, sebuah bimbingan belajar online yang melibas bimbel-bimbel konvensional.

    Dari kejadian ini, saya mengingatkan kita semua bahwa perubahan yang segera dalam mengahadapi tren belajar jarak jauh harus kita persiapkan. Tidak hanya sebagai siswa, tapi juga guru dan orang tua. Agar proses belajar ini dapat bersinergi. Untuk sekolah-sekolah konvensional, segeralah mempersiapkan perubahan besar untuk beralih menjadi sekolah online. Jangan sampai terlibas seperti bimbel konvensional yang menjadi korban Ruang Guru, yang lebih dulu siap dengan perubahan.

Bagikan Ke:

Kategori

Populer